damai.... dong
hamparan hijau itu terlihat dibalik bukit tempat dewa mereka menunggu
indah aku lihat bangunan megah itu berdiri
kau tahu?
tidak penting apa yang mereka sembah
aku hanya menikmati keindahan yang tercipta dari cinta mereka kepada dewa
sungguh
aku tidak paham agama mereka
aku hanya bisa mengerti tentang warna-warna
yang selaras serasi membentuk rupa
aku sungguh tidak peduli Siapa yang mereka sembah
itu bukan urusanku
dan tidak akan pernah menjadi urusanku
biarkan mereka berjalan dalam barisannya
menuju gereja, vihara, pura, kuil atau masjid-masjid
sungguh apapun itu aku tidak peduli
aku diciptakan Tuhan
tidak untuk menghakimi mereka
tidak untuk menelanjangi mereka dengan kacamata ku
dengan kebenaran yang tertempel di sudut mata hitamku
yang kelam
kutegaskan
tidak!
aku hanya bisa merasakan keindahan
dalam nyanyian
dalam gerakan-gerakan
dalam doa
aku kira Tuhan tidak pernah memberikan kita kuasa
untuk menghukum hambanya
sungguh
aku hanya ingin berjalan bersama mereka
melihat mereka menyalakan dupa
dan berdoa dengan mata tertutup ataupun terbuka
kau tahu, kan?
keindahan itu dimana-mana sama
seharusnya..
karena -kata mereka yang tahu-
kita berasal dari debu bintang yang sama
berjalan jauh
menempuh gumpalan lembar-lembar waktu
pun kalau waktu itu ada
aku tahu agama itu penting..
tapi agama, temanku..
teman sebangsa dan setanah airku..
sebumi dan selangitku..
tidak untuk membuat kita hancur lebur
ketika agama kau teriakkan
untuk membenarkan kehancuran.
kau sedang berbohong..
indah aku lihat bangunan megah itu berdiri
kau tahu?
tidak penting apa yang mereka sembah
aku hanya menikmati keindahan yang tercipta dari cinta mereka kepada dewa
sungguh
aku tidak paham agama mereka
aku hanya bisa mengerti tentang warna-warna
yang selaras serasi membentuk rupa
aku sungguh tidak peduli Siapa yang mereka sembah
itu bukan urusanku
dan tidak akan pernah menjadi urusanku
biarkan mereka berjalan dalam barisannya
menuju gereja, vihara, pura, kuil atau masjid-masjid
sungguh apapun itu aku tidak peduli
aku diciptakan Tuhan
tidak untuk menghakimi mereka
tidak untuk menelanjangi mereka dengan kacamata ku
dengan kebenaran yang tertempel di sudut mata hitamku
yang kelam
kutegaskan
tidak!
aku hanya bisa merasakan keindahan
dalam nyanyian
dalam gerakan-gerakan
dalam doa
aku kira Tuhan tidak pernah memberikan kita kuasa
untuk menghukum hambanya
sungguh
aku hanya ingin berjalan bersama mereka
melihat mereka menyalakan dupa
dan berdoa dengan mata tertutup ataupun terbuka
kau tahu, kan?
keindahan itu dimana-mana sama
seharusnya..
karena -kata mereka yang tahu-
kita berasal dari debu bintang yang sama
berjalan jauh
menempuh gumpalan lembar-lembar waktu
pun kalau waktu itu ada
aku tahu agama itu penting..
tapi agama, temanku..
teman sebangsa dan setanah airku..
sebumi dan selangitku..
tidak untuk membuat kita hancur lebur
ketika agama kau teriakkan
untuk membenarkan kehancuran.
kau sedang berbohong..

<< Home