beri dia cinta
seorang tua renta
duduk di sudut trotoar
berwarna abu-abu kusam
kulihat dia duduk terpekur
asyik sendiri
dalam pikirannya
lampu di depan masih lah merah
aku perhatikan dia
si tua renta itu
garis-garis mukanya
rambut-rambut putihnya
dan sisa sisa barisan giginya
dia seorang renta
yang duduk sendiri di sudut trotoar
dengan warna hampir senada dengan bajunya
apa yang bisa kulakukan
melempar sekeping logam yang teronggok tak bertuan di atas dashboard mobil pinjaman?
membuka jendela, menyapa dan memberinya senyuman?
aku memilih untuk diam saja
dan menatapnya dari dalam kabin yang sepertinya
mulai bosan menampung berat badanku
dia seorang renta..
dengan mata dan tangan-tangan tuanya
duduk sendiri dan terpekur
nyaris terlihat seperti tersungkur
lampu sudah mulai beranjak kuning
dan lalu hijau
aku kembali siaga
melepaskan diriku dari lamunanku
melepaskan pandanganku dari si tua renta itu
dan disibukkan lagi dengan koordinasi tangan kanan dan kiriku
ah sudahlah
buat apa juga aku memikirkan dia...
duduk di sudut trotoar
berwarna abu-abu kusam
kulihat dia duduk terpekur
asyik sendiri
dalam pikirannya
lampu di depan masih lah merah
aku perhatikan dia
si tua renta itu
garis-garis mukanya
rambut-rambut putihnya
dan sisa sisa barisan giginya
dia seorang renta
yang duduk sendiri di sudut trotoar
dengan warna hampir senada dengan bajunya
apa yang bisa kulakukan
melempar sekeping logam yang teronggok tak bertuan di atas dashboard mobil pinjaman?
membuka jendela, menyapa dan memberinya senyuman?
aku memilih untuk diam saja
dan menatapnya dari dalam kabin yang sepertinya
mulai bosan menampung berat badanku
dia seorang renta..
dengan mata dan tangan-tangan tuanya
duduk sendiri dan terpekur
nyaris terlihat seperti tersungkur
lampu sudah mulai beranjak kuning
dan lalu hijau
aku kembali siaga
melepaskan diriku dari lamunanku
melepaskan pandanganku dari si tua renta itu
dan disibukkan lagi dengan koordinasi tangan kanan dan kiriku
ah sudahlah
buat apa juga aku memikirkan dia...

<< Home