Saturday, January 12, 2008

terukir kata dalam satu masa
berulir mengalir di sepanjang jalanku
berpikir untuk mengambil jeda
tapi tak bisa karena waktu hanya mampu menghempas

tersandung tergulung lalu seringai mengaduh
mengalun terantuk batu batu di tepian
melihat sekeliling kabur
yang tersirat tak mampu kusimpulkan

tak ada tepian
hanya ada jalan membentang
batu-batu itu hanya godaan kecil yang merintang
bisa melonjak, bisa melayang
aku bisa terbang

aku bisa terbang
tinggal menolakkan kaki
lalu menjentikkan jemari

mimpi tidak menghadang ruang
dia memberi isyarat untuk berjaga jika ada rambu yang hilang
mimpi memberi jalan
menjaga hati tetap pada tujuan

aku terantuk lalu terjerembap lalu tertusuk
tapi masih bisa tersenyum
teringat mimpi bibirmu yang mengulum

aku akan datang
tidak dengan wajah suram

aku akan datang
dengan debu bintang yang telah kutaklukkan

aku akan datang
dengan senyumku

tunggu aku.