Wednesday, February 13, 2008

percuma melawan..
karena tidak akan hilang jika kau paksakan
mungkin sudah seharusnya menetap
dan mengendap

dan terbawa semua kenangan
kenangan yang terbangun ketika hujan turun
kenangan yang terbangun ketika air membasahi wajahmu
kenangan yang terbangun sesaat kau tuntaskan sholatmu
kenangan yang terbangun ketika kau melihat sepatu biru

percuma memaksanya pergi
karena tidak akan mau dia pergi
mungkin sudah menjadi pasangan hati
yang harus menerangi sisi gelap
dan meneduhkan sisi terik

percuma kau lupakan
toh dia akan datang
lagi dan lagi
dalam mimpi
dalam rayuan mendekati pagi
dalam denting-denting di malam hari
dalam suara-suara saat sendiri
atau kerinduan dalam hati

percuma berkata akan kau akhiri
karena kau tahu itu tak akan pernah bisa kau akhiri
karena kau tak mau
karena kau tak mampu

sudah..
pasrah saja