Monday, March 10, 2008

dalam mobil penuh sesak
ditengah-tengah canda tawa
aku tiba-tiba merindukan-Mu.

di tengah tugu muda
dalam malam yang separuh hening
dengan cahaya seadanya
aku larut sendiri dalam kerinduan

hatiku belum kuat
masih harus terus belajar

masih tetap berkata buruk
masih tetap angkuh
kata-kata terlepas liar
masih seperti dulu

tapi aku merindukan-Mu..
lebih dari sebelumnya

merindukan malam-malam
saat terbata-bata mencoba memahami kata-kata-Mu

mencoba berdiri khusyuk
walaupun pikirku masih saja berkelana

aku mohon
tetaplah menuntunku