dia sekarang mulai menggigitku..
gila.. sakit juga ternyata
gigi-gigi mungil itu tajam juga
aku mengaduh
kulihat bekas memerah di tanganku..
"jangan digigit dong.. kan sakit"
aku bisa merasakan sedikit genangan air di mataku
sakit sekali
tapi dia malah tertawa..
lalu melihatku sambil terdiam
mata yang jernih itu..
"akit..?"
kurasa dia paham kalau aku kesakitan..
lalu aku menggendongnya lagi..
sulit sekali untuk marah padanya
mungkin dia menggigitku karena gemas saja
sudah semakin berat dia
dua tahun usianya
itu berarti dua tahun yang lalu aku menemani ayahnya
menunggunya lahir ke dunia..
pagi-pagi yang sepi
sekitar jam 8 kalau aku tak salah
aku melihatnya dipindahkan dari ruang persalinan
mahluk kecil itu
keajaiban...
Kini malam tiba...
aku rasa sudah waktunya dia tidur
berbaring diatas sofa
aku melihatnya dari dekat
mengantuk.. menjemput mimpi
aku melihatnya dari dekat
memenjamkan mata...
malam yg tadi ramai dipenuhi suaranya
kini mendadak diam
sapuan angin malam menyelaraskan nada
dengan naik turun badan kecilnya
"sudahkah mimpi mendatangimu?"
aku terdiam saja
melihatnya dari dekat..
tiba-tiba semua gigitan
tamparan dan jambakan kecil
tidak berarti apa-apa
tiba-tiba satu titik air mata mengalir lembut
turun membasahi pipi gembulku..
selamat tidur, keponakan kecilku...
gila.. sakit juga ternyata
gigi-gigi mungil itu tajam juga
aku mengaduh
kulihat bekas memerah di tanganku..
"jangan digigit dong.. kan sakit"
aku bisa merasakan sedikit genangan air di mataku
sakit sekali
tapi dia malah tertawa..
lalu melihatku sambil terdiam
mata yang jernih itu..
"akit..?"
kurasa dia paham kalau aku kesakitan..
lalu aku menggendongnya lagi..
sulit sekali untuk marah padanya
mungkin dia menggigitku karena gemas saja
sudah semakin berat dia
dua tahun usianya
itu berarti dua tahun yang lalu aku menemani ayahnya
menunggunya lahir ke dunia..
pagi-pagi yang sepi
sekitar jam 8 kalau aku tak salah
aku melihatnya dipindahkan dari ruang persalinan
mahluk kecil itu
keajaiban...
Kini malam tiba...
aku rasa sudah waktunya dia tidur
berbaring diatas sofa
aku melihatnya dari dekat
mengantuk.. menjemput mimpi
aku melihatnya dari dekat
memenjamkan mata...
malam yg tadi ramai dipenuhi suaranya
kini mendadak diam
sapuan angin malam menyelaraskan nada
dengan naik turun badan kecilnya
"sudahkah mimpi mendatangimu?"
aku terdiam saja
melihatnya dari dekat..
tiba-tiba semua gigitan
tamparan dan jambakan kecil
tidak berarti apa-apa
tiba-tiba satu titik air mata mengalir lembut
turun membasahi pipi gembulku..
selamat tidur, keponakan kecilku...

<< Home