mataku
aku sudah mencoba untuk memejamkannya..
sudah sejak dua jam yang lalu..
tapi lalu ada gambaran-gambaran
datang merangkak
dan mengetuk kesadaran..
aku kira aku sedang bermimpi..
tapi aku masih bisa merasakan nyamuk yang menggigitku..
begitu jelas..
tapi lalu ada suara-suara dari masa lalu
ada suara gitar..
ada pianika yang melantun lancar
ada suara sopran, alto, tenor
dan bass...
lalu
mataku aku buka
dan menatap langit-langit satu warna...
lalu aku..
mengantuk?
dan kucoba pejamkan mata lagi...
dan bayangan itu merangkak kembali..
kali ini adalah wujudmu
dalam baju hangat hijau
berjalan acuh
lewat didepanku
lalu ada tiang-tiang bangunan tua
ada pintu-pintu pemisah
ruangan-ruangannya..
ada lapangan sepakbola..
ada tempat parkir
yang rapi tertata...
dan aku
membolak-balik bayangan-bayangan itu
maju dan mundur
dan kuhentikan
dan maju
dan mundur...
aku berharap
dalam rangkaian maju mundur itu
kau akhirnya menyadari keberadaanku
ketika kau lewat didepanku
dengan baju hangat hijaumu...
dan berhenti sebentar
untuk menyapaku
dan menanyakan kabarku..
dan mengajakku menari...
dan aku terpejam...
sampai pagi..
bukan...
itu
bukan
mimpi
aku sudah mencoba untuk memejamkannya..
sudah sejak dua jam yang lalu..
tapi lalu ada gambaran-gambaran
datang merangkak
dan mengetuk kesadaran..
aku kira aku sedang bermimpi..
tapi aku masih bisa merasakan nyamuk yang menggigitku..
begitu jelas..
tapi lalu ada suara-suara dari masa lalu
ada suara gitar..
ada pianika yang melantun lancar
ada suara sopran, alto, tenor
dan bass...
lalu
mataku aku buka
dan menatap langit-langit satu warna...
lalu aku..
mengantuk?
dan kucoba pejamkan mata lagi...
dan bayangan itu merangkak kembali..
kali ini adalah wujudmu
dalam baju hangat hijau
berjalan acuh
lewat didepanku
lalu ada tiang-tiang bangunan tua
ada pintu-pintu pemisah
ruangan-ruangannya..
ada lapangan sepakbola..
ada tempat parkir
yang rapi tertata...
dan aku
membolak-balik bayangan-bayangan itu
maju dan mundur
dan kuhentikan
dan maju
dan mundur...
aku berharap
dalam rangkaian maju mundur itu
kau akhirnya menyadari keberadaanku
ketika kau lewat didepanku
dengan baju hangat hijaumu...
dan berhenti sebentar
untuk menyapaku
dan menanyakan kabarku..
dan mengajakku menari...
dan aku terpejam...
sampai pagi..
bukan...
itu
bukan
mimpi

<< Home