Saturday, August 22, 2009

aku melihat kekasih yang ditinggal pergi belahan jiwanya selama lebih dari dua puluh lima tahun
tertawa bercanda di pondok yang baru berdiri
aku melihat jiwa yang terluka
yang mencoba menyembunyikan perih.

pasti sakit rasanya
ditinggalkan dengan cara seperti itu..
dengan alat bantu napas buatan menyodok tenggorokannya..

pasti sakit rasanya..

tapi pada hari minggu pagi
dia mengajakku jalan-jalan pagi
ke sebuah tempat semacam pasar pagi

lalu bercerita bagaimana kekasihnya dulu senang berbelanja disitu..
dan lalu sarapan dengan soto ayam lezat di pojokan toko besar
bagaimana kekasihnya pandai memilih buah-buahan
atau menawar harga-harga..

aku tidak melihat matanya..
tapi dari suaranya aku mendengar cinta..