Wednesday, September 09, 2009

seperti biasa, hati ini bereaksi sempurna ketika mendengar namamu
atau sekedar memikirkan satu momen bersama di masa lalu
yang terkadang terganggu oleh suara tukang nasi goreng yang lewat didepan rumah
dan lalu semakin hilang bayangannya ketika aku memutuskan menyalakan televisi
dan menonton siaran olahraga dengan presenter yang cantik jelita..

tapi pasti kan sebelum aku tidur, selalu ada hening..
diantara doa-doa yang jarang kupanjatkan
bayangan itu mulai merangkak sedikit
dan sedikit
dan hati ini bereaksi lagi ketika warna bajumu melintas dalam sekelebatan

lalu menunggu satu dua jam
seakan-akan semua bisa menjadi nyata dengan hanya berbaring di lantai beralas matras tipis
dan menatap langit-langit..
yang lagi-lagi putih..

sampai kemudian kantuk menembus pertahanan terakhirku..
mungkin sudah nasibku..
hanya bisa mengecupmu di dalam mimpiku..