waktu pertemuan kita terlalu singkat.
kau memanggilku..
dan aku mengucap
"hai.."
mungkin tidak terlihat olehmu..
tetapi hatiku bagaikan seorang anak kecil yang begitu bahagia..
aku ingin melompat kegirangan..
aku ingin terus memegang tanganmu
dan tak ingin kulepas..
beberapa detik keheningan
lalu aku menanyakan kabarmu
lalu aku bingung aku harus berkata apa
yang kutanyakan malah seputar oleh-oleh..
aku seperti seorang preman yang sedang memalak mangsanya..
bodoh..
dua puluh delapan tahun aku hidup di dunia
masih saja gugup berhadapan dengan orang yang aku cinta..
kau pun pergi ke teman-temanmu
lalu aku..
berpaling darimu
tapi hati ini masih mengingat wajahmu..
senyummu..
selalu senyummu..
dengan lesung pipit itu membuatnya semakin sempurna
kau
selalu terlihat begitu gembira..
...aku suka...
kau memanggilku..
dan aku mengucap
"hai.."
mungkin tidak terlihat olehmu..
tetapi hatiku bagaikan seorang anak kecil yang begitu bahagia..
aku ingin melompat kegirangan..
aku ingin terus memegang tanganmu
dan tak ingin kulepas..
beberapa detik keheningan
lalu aku menanyakan kabarmu
lalu aku bingung aku harus berkata apa
yang kutanyakan malah seputar oleh-oleh..
aku seperti seorang preman yang sedang memalak mangsanya..
bodoh..
dua puluh delapan tahun aku hidup di dunia
masih saja gugup berhadapan dengan orang yang aku cinta..
kau pun pergi ke teman-temanmu
lalu aku..
berpaling darimu
tapi hati ini masih mengingat wajahmu..
senyummu..
selalu senyummu..
dengan lesung pipit itu membuatnya semakin sempurna
kau
selalu terlihat begitu gembira..
...aku suka...

<< Home