Cinta itu buta... tapi tidak gratis
"Cinta itu buta, tapi tidak gratis"
kurasa benar yang dia katakan
cinta itu memang buta.. tidak melihat apa-apa
cinta, kata dia
hanyalah cinta.
tanpa mata
tapi dia juga bilang
"tidak ada cinta yang gratis, kawan"
cinta itu tidak didapatkan begitu saja
harus ada harga yang dibayar
wanita dengan keindahan sempurna itu tidak ada yang gratis
harus ada harga yang kau bayar
bayar dia dengan perhatian, katanya.
dengarkan dia disaat dia bercerita
wanita indah itu.
jangan lepaskan tatapanmu dari mata indahnya
walaupun kau merasa agak lelah
tahan saja dan tatap terus mata indahnya.
itu harga yang harus dibayar
lalu dengarkan kata-katanya
sekali-sekali anggukkan kepalamu ketika dia membutuhkan persetujuanmu
ajak dia untuk mengungkapkan perasaan dan masalahnya lebih dalam
biarkan dia utarakan semuanya padamu
walaupun masalahmu sudah menggunung pada saat itu
itu harga yang harus dibayar
relakan bahumu untuk menjadi sandarannya
ketika dia menangis
atau sekedar membutuhkan sandaran untuk melepas penat
tersenyumlah ketika dia mengolok-olokmu
menjadikanmu bahan tawanya
biarkan saja
itu harga yang harus dibayar
wanita dengan keindahan sempurna
itu mahal harga cintanya
kau harus siap melihat dia dalam kelemahannya
jerawat yang kadang-kadang mengganggu
riasan terlalu tebal yang kadang terlihat lucu
baju yang tidak selalu serasi
rambut yang tidak sempurna
atau kemarahan-kemarahan yang kadang-kadang tiba ketika waktunya
itu harga yang harus dibayar
perlakukan dia seperti kau memperlakukannya
ketika kau memimpikannya
didalam mimpi-mimpi yang menemanimu saat kau merindukannya
ajak dia menari ketika dia ingin menari
dengarkan suara merdunya ketika dia ingin menyanyi
puji masakan hambarnya ketika dia sedang berusaha menyenangkanmu
tersenyum ketika dia memanggilmu
atau, katakan:
"ada apa, sayang?"
jangan pegang tangannya
ketika dia tidak menginginkannya
jangan pernah paksa dia dengan nafsumu
itu harga yang harus dibayar
wanita dengan keindahan sempurna
itu mahal harga cintanya
tapi semua pengorbanan yang kau lakukan
tidak akan pernah percuma
kurasa benar yang dia katakan
cinta itu memang buta.. tidak melihat apa-apa
cinta, kata dia
hanyalah cinta.
tanpa mata
tapi dia juga bilang
"tidak ada cinta yang gratis, kawan"
cinta itu tidak didapatkan begitu saja
harus ada harga yang dibayar
wanita dengan keindahan sempurna itu tidak ada yang gratis
harus ada harga yang kau bayar
bayar dia dengan perhatian, katanya.
dengarkan dia disaat dia bercerita
wanita indah itu.
jangan lepaskan tatapanmu dari mata indahnya
walaupun kau merasa agak lelah
tahan saja dan tatap terus mata indahnya.
itu harga yang harus dibayar
lalu dengarkan kata-katanya
sekali-sekali anggukkan kepalamu ketika dia membutuhkan persetujuanmu
ajak dia untuk mengungkapkan perasaan dan masalahnya lebih dalam
biarkan dia utarakan semuanya padamu
walaupun masalahmu sudah menggunung pada saat itu
itu harga yang harus dibayar
relakan bahumu untuk menjadi sandarannya
ketika dia menangis
atau sekedar membutuhkan sandaran untuk melepas penat
tersenyumlah ketika dia mengolok-olokmu
menjadikanmu bahan tawanya
biarkan saja
itu harga yang harus dibayar
wanita dengan keindahan sempurna
itu mahal harga cintanya
kau harus siap melihat dia dalam kelemahannya
jerawat yang kadang-kadang mengganggu
riasan terlalu tebal yang kadang terlihat lucu
baju yang tidak selalu serasi
rambut yang tidak sempurna
atau kemarahan-kemarahan yang kadang-kadang tiba ketika waktunya
itu harga yang harus dibayar
perlakukan dia seperti kau memperlakukannya
ketika kau memimpikannya
didalam mimpi-mimpi yang menemanimu saat kau merindukannya
ajak dia menari ketika dia ingin menari
dengarkan suara merdunya ketika dia ingin menyanyi
puji masakan hambarnya ketika dia sedang berusaha menyenangkanmu
tersenyum ketika dia memanggilmu
atau, katakan:
"ada apa, sayang?"
jangan pegang tangannya
ketika dia tidak menginginkannya
jangan pernah paksa dia dengan nafsumu
itu harga yang harus dibayar
wanita dengan keindahan sempurna
itu mahal harga cintanya
tapi semua pengorbanan yang kau lakukan
tidak akan pernah percuma

<< Home