Saturday, January 27, 2007

dalam was-was aku bertanya
sampai berapa lama lagi
sampai kau ada yang punya

bayangan atas pertanyaan itu
membuatku bergidik dan menyesali separuh usia hidupku

aku sangat tahu
memintamu menungguku
tidaklah adil bagimu
karena menunggu seharusnya ada di bagianku

sempat terlintas di benakku
untuk meminta Tuhan mencabut saja nyawaku
tapi Tuhan belum puas dengan hidupku
Dia belum ingin memanggilku

kalau ada yang bisa kusyukuri
hidup dalam was-was atas pertanyaan itu
membuat makan malamku kurang bernafsu

hal-hal inilah yang membuatku berharap akan keberadaan mesin waktu