Sunday, January 14, 2007

sepintas lalu dia seperti sedang berjalan mendekatiku

dengan baju merahnya
dan senyum manisnya
dan sepatu rendahnya
dan topi berenda
dan jari yang berurut manis
bergemulai lembut
menari memanggilku

belum lagi
rambut panjangnya
yang mengindah mengalun
naik turun
bagai ombak di pantai tenang
dibawah bintang-bintang malam

sepintas..
aku berpikir dia akan mengajakku berdansa
dibawah alunan lagu Paul Anka..
atau si bengal Sinatra?
aku tidak tahu apakah lagu-lagu mereka cocok untuk berdansa dengannya
hanya mereka yang kutahu

tunggu..
atau Astaire?
hahahaha
aku tidak selincah dia
mengetak-ngetuk kaki yang mengalunkan nada-nada indah

aku juga tidak pantas dalam baju ..
apa itu?
tuxedo?
ya itulah
yang berwarna hitam..
dengan dasi kupu-kupunya..
aku akan seperti buntelan hitam
yang siap terkirim
ke ujung kota di antah berantah

tapi percaya atau tidak..
itulah yang terjadi
pada malam itu
di kuartal pertama tahun pertama

dia berjalan mendekat kepadaku
dengan segala keindahan yang disematkan kepadanya
dan segala cahaya yang memancar dari seluruh tubuhnya
berjalan
anggun
seperti Audrey..
ah tidakk
Jauuuuuuhh lebih anggun dari Audrey

kini dia berjalan lagi
semakin dekat kepadaku
sisa tiga atau empat langkah lagi

dan aku masih bingung
memikirkan langkah pertamaku..
sejujurnya..
seumur hidupku, tidak pernah aku berdansa
terlebih lagi dengan wanita seindah dia

dua langkah lagi
dan hanya ada satu-dua lirik yang teringat
dari lagu yang dinyanyikan Paman Sinatra:

"Something in my heart..
Tell me I must have you.."