agama cinta
cintai orang tua
cintai sesama
cintai alam
cintai setiap nafas yang kau hembuskan
cintai setiap udara yang kau hirup
cintai setiap titik embun yang terlihat menempel di atas daun-daun
cintai lembaran lembut sinar matahari yang menyapamu di tengkuk ketika waktu subuh kau lupakan
cintai senyum kawan-kawanmu
cintai hadiah-hadiah kecil dari sahabat
cintai perut gendutmu
cintai helai-helai rambut yang memutih
cintai bekas-bekas jerawat di pipi gembul sebelah kiri
cintai tanah-tanah yang basah tersiram hujan
cintai sekepal nasi yang akan masuk kedalam mulutmu
cintai tanah airmu
cintai pemimpin-pemimpin yang menunjukkan cinta
cintai ilmu yang datang hari ini
cintai imanmu yang bertambah
cintai kata-kata indah yang keluar dari mulut pak guru
cintai ketak ketuk rancak pada papan ketik
cintai keheningan malam
cintai dengungan prosesor usang
cintai modem bobrok yang mati ketika listrik turun tiba-tiba
cintai waktu-waktu tidurmu
cintai dirimu
cintai sesama
cintai alam
cintai setiap nafas yang kau hembuskan
cintai setiap udara yang kau hirup
cintai setiap titik embun yang terlihat menempel di atas daun-daun
cintai lembaran lembut sinar matahari yang menyapamu di tengkuk ketika waktu subuh kau lupakan
cintai senyum kawan-kawanmu
cintai hadiah-hadiah kecil dari sahabat
cintai perut gendutmu
cintai helai-helai rambut yang memutih
cintai bekas-bekas jerawat di pipi gembul sebelah kiri
cintai tanah-tanah yang basah tersiram hujan
cintai sekepal nasi yang akan masuk kedalam mulutmu
cintai tanah airmu
cintai pemimpin-pemimpin yang menunjukkan cinta
cintai ilmu yang datang hari ini
cintai imanmu yang bertambah
cintai kata-kata indah yang keluar dari mulut pak guru
cintai ketak ketuk rancak pada papan ketik
cintai keheningan malam
cintai dengungan prosesor usang
cintai modem bobrok yang mati ketika listrik turun tiba-tiba
cintai waktu-waktu tidurmu
cintai dirimu

<< Home