i'm almost thirty and i haven't accomplished anything.
kecuali menghancur leburkan mimpi sendiri itu adalah accomplishment
menghabiskan sepuluh tahun dalam tempurung dan berlari berputar mengejar ekor sendiri
dan pada akhir tahun muncul pertanyaan yang sama
sudah buat apa setahun kemarin?
sekarang november..
sebagian korporasi mungkin sedang asik-asiknya bikin rapat kerja
pertanggung jawaban tahunan tiap divisi
sangat potensial bikin sebagian manajer memilih untuk gantung diri..
some ups ...
mostly downs ...
target yang tidak kesampaian
lalu saling melempar kesalahan
salah bagian finansial, salah bagian marketing
salahkan ofisboy karena kopinya kurang enak..
dan sekarang aku disini
menatap soal-soal matematika yang dulu terlihat mudah aku pelajari..
kini delapan kali tujuh saja sampai salah berkali-kali..
menyumpahi soal-soal laknat macam :
"Dari 10 orang finalis lomba menyanyi akan dipilih juara 1, 2 dan 3. Berapa banyaknya cara yang dapat digunakan memilih? "
bodoh..
peduli apa aku sama lomba menyanyi?
pilih saja yang paling bagus suaranya untuk jadi juara 1
dan juara 2 dan 3 untuk menemaninya di panggung
simple?
not so simple?
i'm almost thirty...
belum ada nyawa yang aku selamatkan
belum ada orang yang aku muliakan
some ups
but easily forgettable
mostly downs
aku berharap suatu saat ditemukan segumpal kanker di otakku..
setidaknya itu bisa dijadikan alasan baru kenapa aku bisa jadi begitu bodoh
kecuali menghancur leburkan mimpi sendiri itu adalah accomplishment
menghabiskan sepuluh tahun dalam tempurung dan berlari berputar mengejar ekor sendiri
dan pada akhir tahun muncul pertanyaan yang sama
sudah buat apa setahun kemarin?
sekarang november..
sebagian korporasi mungkin sedang asik-asiknya bikin rapat kerja
pertanggung jawaban tahunan tiap divisi
sangat potensial bikin sebagian manajer memilih untuk gantung diri..
some ups ...
mostly downs ...
target yang tidak kesampaian
lalu saling melempar kesalahan
salah bagian finansial, salah bagian marketing
salahkan ofisboy karena kopinya kurang enak..
dan sekarang aku disini
menatap soal-soal matematika yang dulu terlihat mudah aku pelajari..
kini delapan kali tujuh saja sampai salah berkali-kali..
menyumpahi soal-soal laknat macam :
"Dari 10 orang finalis lomba menyanyi akan dipilih juara 1, 2 dan 3. Berapa banyaknya cara yang dapat digunakan memilih? "
bodoh..
peduli apa aku sama lomba menyanyi?
pilih saja yang paling bagus suaranya untuk jadi juara 1
dan juara 2 dan 3 untuk menemaninya di panggung
simple?
not so simple?
i'm almost thirty...
belum ada nyawa yang aku selamatkan
belum ada orang yang aku muliakan
some ups
but easily forgettable
mostly downs
aku berharap suatu saat ditemukan segumpal kanker di otakku..
setidaknya itu bisa dijadikan alasan baru kenapa aku bisa jadi begitu bodoh

<< Home